Indonesia kembali mencetak prestasi gemilang di panggung internasional. Tiga atlet Indonesia, Anastasia Aresyenan Bwariat dari DKI Jakarta, Siti Naswa dari Kalimantan Selatan, dan Muhammad Aden Aryadippa dari DKI Jakarta, berhasil meraih kemenangan dalam sesi final cabang olahraga Dance Sport kategori Solo-traditional dance di ajang Special Olympics Winter World Games 2025 yang berlangsung di Palazzo delle Feste, Bardonecchia, Italia pada 8–16 Maret 2025.
Dalam kompetisi tersebut, Siti Naswa berhasil meraih medali emas pada kategori specialty solo, Anastasia (Tasya) memenangkan medali perunggu, dan Aden Aryadippa menempati posisi keempat. Prestasi ini menjadi bukti bahwa atlet Indonesia mampu bersaing dan mengharumkan nama bangsa di ajang internasional.
Pesona Budaya Indonesia Memukau Panggung Dunia
Penampilan ketiga atlet Indonesia benar-benar mencerminkan kekayaan budaya Nusantara. Tasya membawakan tarian Ondel-Ondel, menampilkan keindahan budaya Betawi dengan gerakan yang lincah dan penuh energi. Naswa menampilkan Tari Dayak Modern berjudul “Flying High”, yang memadukan unsur tradisional dan sentuhan kontemporer. Sementara itu, Aden menyajikan tarian Kicir-Kicir, dengan gerakan yang dinamis dan ceria.
Kemenangan mereka bukan sekadar medali, tetapi juga membawa pesan kuat tentang keberagaman budaya Indonesia dan semangat inklusi di tingkat global.
Dukungan dari KBRI Roma dan Delegasi Indonesia
Keberhasilan ini turut disaksikan oleh KUAI/Charge d’Affaires KBRI Roma, Tika Wihanasari, yang hadir untuk memberikan dukungan langsung kepada para atlet. Ia bahkan mendapat kehormatan dari panitia untuk menyerahkan penghargaan kepada para pemenang.
“Kemenangan ini bukan hanya tentang medali, tetapi juga semangat pantang menyerah, keberanian, dan tekad untuk terus melampaui batas. Mereka telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk meraih prestasi. Setiap individu, tanpa terkecuali, berhak untuk bermimpi, berusaha, dan mencapai kesuksesan,” ujar Tika Wihanasari.
Sementara itu, Ketua Delegasi RI, Mugaera Djohar Yusuf, menyatakan rasa bangganya terhadap tim yang berangkat ke Italia. “Meskipun tim ini kecil, hanya terdiri dari 4 atlet, 2 pelatih, 1 dokter, dan 1 Ketua Delegasi, namun kami adalah tim yang solid. Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing dengan negara lain dan membawa kebanggaan bagi bangsa,” tegasnya.
Special Olympics: Mengutamakan Inklusi dan Kesempatan Setara
Special Olympics adalah ajang olahraga internasional yang diperuntukkan bagi individu dengan disabilitas intelektual, dengan tujuan utama mendorong inklusi, partisipasi, dan pengembangan keterampilan melalui olahraga. Berbeda dengan Paralympics yang lebih berfokus pada prestasi olahraga tingkat tinggi bagi atlet dengan disabilitas fisik atau sensorik, Special Olympics lebih menitikberatkan pada semangat kebersamaan dan kesempatan yang setara bagi semua peserta.